Sekolah Kedinasan

Tes Kebugaran Jasmani Sekolah Kedinasan: Bentuk Tes dan Cara Persiapan

Super Admin · · 5 menit baca

Di sekolah kedinasan, "tes kebugaran jasmani" sering disebut juga tes kesamaptaan atau samapta. Tujuannya menilai daya tahan dan kekuatan fisik calon taruna. Artikel ini hanya membahas sudut seleksi sekolah kedinasan, bukan tes jasmani sekolah umum, dan menyajikan bentuk tes yang dilaporkan media. Bentuk dan angka berbeda tiap sekolah dan tiap tahun, jadi anggap isinya sebagai gambaran untuk persiapan, lalu cek pengumuman resmi sekolah tujuan.

Pendaftaran 2026 sudah ditutup. Gunakan artikel ini untuk menyiapkan siklus berikutnya.

Kapan Tes Kebugaran Dinilai?

Tes kebugaran bukan tahap pertama. Urutan umumnya: seleksi administrasi, SKD di CAT BKN, lalu seleksi lanjutan. Yang dipanggil ke seleksi lanjutan paling banyak tiga kali formasi dengan nilai total SKD tertinggi, dan hanya setelah ketiga ambang batas terlewati sekaligus (TWK 65, TIU 80, TKP 156 menurut Kepmenpan RB No. 406 Tahun 2026). Artinya nilai kebugaran biasanya baru dinilai setelah lolos SKD. Prioritas belajar tetap SKD; latihan fisik berjalan paralel. Lihat ambang batas SKD dan jadwal seleksi.

Istilah yang Sering Tertukar

  • Kesehatan: pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan (mata, tinggi, berat, dan sebagainya). Bukan latihan.
  • Kesamaptaan / samapta: rangkaian tes fisik, biasanya lari dan beberapa gerakan kekuatan.
  • Tes daya tahan: bagian dari kebugaran, umumnya lari jarak menengah.

Bentuk Tes yang Dilaporkan

Rangkaian kesamaptaan umum

Sebuah artikel Mamikos (20 Mei 2021) menjelaskan kesamaptaan sekolah kedinasan sebagai lima tes yang dibagi dua sesi. Sesi A adalah lari 12 menit. Sesi B terdiri dari pull-up (laki-laki) atau chinning (perempuan), sit-up 1 menit, push-up 1 menit, dan shuttle run. Artikel yang sama menegaskan bahwa tiap sekolah punya tata cara dan sistem sendiri, dan angkanya tidak konsisten di dalam artikel itu sendiri, jadi jangan dipakai sebagai target mutlak.

IPDN

Menurut IDN Times (2 April 2024), tes kesamaptaan IPDN mencakup lari, sit-up, push-up, pull-up, dan shuttle run. Artikel itu memuat skor "aman", misalnya lari minimal 5,5 putaran lapangan sepak bola (sekitar 2,5 km) dalam 12 menit untuk laki-laki dan 4,5 putaran dalam 14 menit untuk perempuan, serta sit-up minimal 41 (laki-laki) dan 33 (perempuan) dalam 1 menit. Angka pull-up perempuan di artikel itu tampak janggal (60), sehingga kami tidak menjadikannya patokan. Sumber ini media dan berasal dari 2024, bukan pengumuman resmi 2026.

STMKG

Menurut Komunitas Belajar (Agustus 2026), kebugaran STMKG berupa lari Cooper 2,4 km: nilai 100 untuk laki-laki di bawah 8 menit 37 detik dan perempuan di bawah 11 menit 50 detik; nilai 50 untuk laki-laki lebih dari 15 menit 31 detik dan perempuan lebih dari 18 menit 31 detik. Rincian lebih lanjut ada di tes STMKG apa saja.

STIN

Menurut detik.com, seleksi lanjutan STIN di Jakarta mencakup tes psikologi, kesehatan fisik dan jiwa, kesamaptaan jasmani, serta tes mental ideologi dan wawancara. Sebuah blog kampus menyebut lari 12 menit minimal 2,4 km untuk laki-laki; angka ini dari blog pihak ketiga dan perlu dicek ke pengumuman STIN. Profil sekolahnya ada di STIN.

Sekolah lain

Untuk Kemenhub, IPDN, Poltekimipas, Poltekpin, Poltek SSN, dan lainnya, kami tidak menemukan bentuk tes kebugaran 2026 yang bersumber jelas, sehingga tidak kami tuliskan. Sebagai pembanding, panduan kesamaptaan Polimarin (bukan bagian dari sembilan sekolah seleksi ini) memakai lari 12 menit sebagai kategori A dan push-up, pull-up atau chin-up, sit-up, serta shuttle run sebagai kategori B. Cari buku pedoman sekolah tujuanmu.

Ringkasan sumber dan tingkat keyakinan

SekolahBentuk yang dilaporkanSumber
Umum (kedinasan)Lari 12 menit, pull-up/chinning, sit-up, push-up, shuttle runMamikos, 2021
IPDNLari, sit-up, push-up, pull-up, shuttle runIDN Times, 2024
STMKGLari Cooper 2,4 kmKomunitas Belajar, 2026
STINKesamaptaan jasmani; lari 12 menit (angka dari blog)detik.com; blog kampus

Cooper 12 Menit atau Lari 2,4 Km?

Dua format lari sering tercampur. Cooper test klasik mengukur jarak yang ditempuh dalam 12 menit (detik.com membahasnya sebagai tes daya tahan). Format 2,4 km mengukur waktu menempuh jarak tetap. Latihannya mirip, tetapi cara menilainya berbeda, jadi pastikan format sekolahmu.

Cara Persiapan yang Wajar

Berikut saran umum, bukan program medis dan bukan jaminan lolos:

  1. Mulai dari kondisi sekarang. Uji dirimu dengan lari santai atau jalan cepat, catat jarak atau waktu, lalu tingkatkan sedikit demi sedikit.
  2. Daya tahan. Lari 2 sampai 3 kali seminggu dengan hari istirahat di antaranya.
  3. Kekuatan dasar. Latih push-up, sit-up, dan gerakan tarik (pull-up atau variasi pemula) secara bertahap dengan teknik benar.
  4. Kelincahan. Berlatih shuttle run bila sekolah tujuanmu memakainya.
  5. Pemulihan. Tidur cukup, makan teratur, minum air; hindari memaksa saat sakit atau nyeri.
  6. Periksa kesehatan. Bila punya riwayat jantung, asma, cedera sendi, atau keluhan lain, konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan sebelum meningkatkan intensitas.

Pembagian waktu yang masuk akal: SKD tetap jadi fokus belajar, sedangkan latihan fisik sebagai kebiasaan rutin yang tidak mengganggu waktu belajar. Syarat badan seperti tinggi dan penglihatan tidak bisa dilatih; cek di syarat tinggi badan IPDN.

Satu kesalahan umum adalah menunda latihan sampai dipanggil seleksi lanjutan. Jarak antar tahap bisa pendek, sedangkan daya tahan baru terbentuk dalam hitungan minggu. Karena itu kebiasaan olahraga ringan yang rutin lebih berguna daripada latihan berat mendadak, dan lebih aman bagi tubuh.

Yang Perlu Dicek Sebelum Menjadwalkan Latihan

  • Bentuk dan urutan tes di buku pedoman sekolah tujuan.
  • Apakah nilai kebugaran dihitung bersama kesehatan dan wawancara, dan berapa bobotnya.
  • Apakah ada batas minimal per tes.
  • Lokasi dan perlengkapan yang diwajibkan.

Mulailah dari penjelasan SKD, lalu ukur kesiapan lewat Tryout SKD Kedinasan: 110 soal TWK/TIU/TKP, simulasi CAT, laporan nilai per komponen.

Sumber

  • Mamikos, "Mengenal Tes Kesamaptaan Sekolah Kedinasan", 20 Mei 2021.
  • IDN Times, "Skor Aman Tes Kebugaran IPDN agar Lulus", 2 April 2024.
  • Komunitas Belajar, "Jadwal dan Persyaratan Seleksi PTB STMKG Tahun 2026", Agustus 2026.
  • detik.com, "Sekolah Kedinasan STIN: Syarat dan Cara Daftar" dan "Mengenal Cooper Test".
  • Panduan Tes Kesamaptaan Polimarin (revisi 30 Januari 2023); blog Fakultas Hukum UMSU tentang syarat STIN.
tes kebugaran jasmani tes kesamaptaan samapta tes daya tahan sekolah kedinasan seleksi lanjutan

Artikel Terkait

Tidak Lolos Sekolah Kedinasan? Langkah Realistis untuk Tahun Depan

Soal TKP Tanggung Jawab dalam Tugas: Cara Memilih Jawaban Bernilai 5

Daftar Program Studi Sekolah Kedinasan 2026 dan Kuota per Prodi: Sembilan Instansi

← Kembali ke Blog