Sekolah Kedinasan

Syarat Tinggi Badan IPDN untuk Perempuan dan Laki-laki

Super Admin · · 4 menit baca

Tinggi badan adalah syarat IPDN yang paling sering membuat calon pendaftar ragu, terutama perempuan. Berbeda dengan nilai SKD, tinggi badan tidak bisa dikejar dengan belajar, jadi lebih baik kamu tahu angkanya sebelum menyiapkan diri. Artikel ini fokus pada syarat fisik. Untuk usia, tahapan tes, dan kampus, baca syarat masuk IPDN: usia, nilai, dan tahapan tes.

Syarat Tinggi Badan IPDN

Calon prajaTinggi badan minimal
Laki-laki160 cm
Perempuan155 cm

Angka ini sama di semua sumber yang kami baca untuk seleksi 2026: Gebrak.id, JournalArta, Itera, dan Bicarainfo (19 Agustus 2026). Tidak ada sumber yang menyebut angka lain untuk IPDN. Namun halaman SPCP resmi (spcp.ipdn.ac.id) menaruh persyaratan dalam dokumen PDF dan gambar yang tidak dapat kami baca sebagai teks, jadi angka ini berasal dari media, bukan kutipan langsung dokumen resmi. Cocokkan dengan dokumen persyaratan resmi sebelum mendaftar.

Angka 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan yang kadang kamu lihat adalah syarat sekolah kedinasan lain, misalnya STIN dan sebagian prodi penerbangan di perguruan tinggi Kemenhub, bukan IPDN.

Apakah Ada Toleransi?

Itera menyebut batas tinggi badan IPDN bersifat mutlak dan tidak ada toleransi. Bicarainfo tidak menyebut toleransi khusus IPDN, tetapi memperingatkan bahwa panitia mengukur ulang tinggi badan saat seleksi dan selisih 0,5 cm pun dapat menggugurkan. Peringatan terakhir itu bersifat umum, bukan aturan tertulis IPDN. Jadi jangan mengandalkan pembulatan: ukurlah tinggimu tanpa alas kaki, dan anggap angka minimal sebagai batas pasti.

Berat Badan Proporsional

Berat badan harus ideal atau sebanding dengan tinggi badan. Sumber yang kami baca tidak memuat angka berat badan khusus IPDN. Bicarainfo menjelaskan secara umum, untuk kampus yang mensyaratkan tinggi badan, bahwa proporsional diukur dengan indeks massa tubuh (IMT): berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) dikuadratkan, dengan sasaran 18,5 sampai 25.

Contoh hitungan: tinggi 160 cm (1,60 m) dan berat 55 kg menghasilkan IMT 55 / (1,6 x 1,6) = sekitar 21,5. Rentang 18,5 sampai 25 itu panduan umum dari satu media, bukan ketentuan IPDN yang kami temukan. Pemeriksaan resmi dilakukan pada tahap kesehatan dan antropometri, jadi anggap IMT hanya perkiraan awal.

Syarat Fisik Lain yang Perlu Dicek

  • Tato: tidak boleh memiliki tato atau bekas tato (JournalArta).
  • Tindik: ada aturannya. Satu sumber menyebut larangan tindik untuk laki-laki, kecuali karena agama atau adat. Aturan untuk perempuan tidak kami temukan secara rinci.
  • Buta warna: JournalArta menyebut tidak boleh buta warna, baik total maupun parsial.
  • Kacamata: sumber berbeda, lihat tabel di bawah.
  • Status: belum menikah. Gebrak.id menambahkan bahwa pendaftar perempuan tidak boleh pernah hamil atau melahirkan.
  • Sehat jasmani dan rohani, diperiksa lewat tes kesehatan dua tahap, lalu kesamaptaan dan antropometri.

Angka yang Berbeda antar Sumber

HalYang dilaporkan
KacamataBoleh dengan minus maksimal 2 (JournalArta) atau tidak boleh berkacamata maupun berlensa kontak (Bicarainfo, Itera)
Berat badanTidak ada angka khusus IPDN; IMT 18,5 sampai 25 adalah panduan umum Bicarainfo

Perbedaan soal kacamata menentukan keputusan, jadi baca dokumen resmi SPCP sebelum menyimpulkan. Kalau kamu bermata minus, baca juga sekolah kedinasan 2026 untuk yang bermata minus.

Apakah Ada Kuota Khusus Perempuan?

Kami tidak menemukan sumber yang memuat pembagian formasi IPDN antara laki-laki dan perempuan. Formasi 2026 yang diumumkan hanya satu angka, 1.410, sekitar 29,6% dari 4.770 formasi sekolah kedinasan. Jangan percaya klaim "kuota perempuan sekian persen" tanpa sumber yang jelas. Yang pasti, syarat tinggi badan perempuan sedikit lebih rendah, yaitu 155 cm.

Kenapa Syarat Badan Dicek Paling Awal

Setiap tahap seleksi IPDN bersifat gugur menurut Bicarainfo. Artinya kamu bisa lolos SKD dengan nilai bagus, lalu tersingkir di pemeriksaan kesehatan atau antropometri hanya karena selisih beberapa milimeter atau satu syarat fisik yang terlewat. Memeriksanya sebelum mulai berlatih menghemat waktu dan tenaga.

Yang Perlu Kamu Lakukan

  1. Ukur tinggi dan berat badan dengan benar, lalu bandingkan dengan syarat di atas.
  2. Pastikan syarat lain terpenuhi di syarat masuk IPDN, termasuk jenis ijazah dan nilai.
  3. Kalau fisikmu memenuhi syarat, fokus ke SKD (SKD IPDN 2026: TWK ambang 65, TIU 80, TKP 156). Peserta yang dipanggil ke seleksi lanjutan paling banyak tiga kali jumlah formasi.
  4. Kalau belum memenuhi syarat IPDN, bandingkan sekolah lain di 9 sekolah kedinasan 2026 dan formasinya. Ingat, kamu hanya boleh memilih satu sekolah.

Latih SKD-mu dengan Tryout SKD IPDN: 110 soal TWK, TIU, dan TKP, simulasi CAT, dan laporan nilai per komponen.

Sumber

  • Gebrak.id, "Pendaftaran IPDN 2026 Dibuka: 1.410 Formasi Tersedia dan Lulus Langsung Jadi CPNS", Agustus 2026.
  • JournalArta, "Syarat Pendaftaran IPDN 2026", 18 Agustus 2026.
  • Bicarainfo (infopendidikan.bic.id), "Syarat Tinggi Badan Sekolah Kedinasan 2026: IPDN hingga STAN", 19 Agustus 2026.
  • blog.itera.ac.id, artikel persyaratan IPDN 2026.
  • Panitia SPCP IPDN, spcp.ipdn.ac.id (persyaratan resmi dalam format PDF/gambar; tidak terbaca sebagai teks oleh kami).
tinggi badan ipdn tinggi badan ipdn perempuan syarat tinggi badan ipdn syarat fisik ipdn persyaratan ipdn sekolah kedinasan

Artikel Terkait

Tidak Lolos Sekolah Kedinasan? Langkah Realistis untuk Tahun Depan

Soal TKP Tanggung Jawab dalam Tugas: Cara Memilih Jawaban Bernilai 5

Daftar Program Studi Sekolah Kedinasan 2026 dan Kuota per Prodi: Sembilan Instansi

← Kembali ke Blog