Sekolah Kedinasan

Soal Silogisme TIU: Teknik Menjawab dalam 30 Detik

Super Admin · · 4 menit baca

Silogisme adalah tipe soal TIU dengan imbal hasil belajar tertinggi. Aturannya sedikit, tidak pernah berubah, dan sekali dikuasai kamu bisa menjawab hampir selalu benar dalam waktu di bawah 30 detik.

Sayangnya banyak peserta mengerjakannya dengan perasaan — memilih kesimpulan yang "terdengar masuk akal" — padahal silogisme menguji keabsahan penalaran, bukan kebenaran isinya.

Prinsip yang Harus Dipegang

Satu kalimat yang mengubah cara mengerjakan silogisme: kesimpulan tidak boleh memuat informasi yang tidak ada dalam premis.

Meski sebuah pilihan terdengar benar menurut pengetahuan umum, bila tidak bisa diturunkan dari premisnya, jawaban itu salah.

Contoh: "Semua kucing adalah reptil. Semua reptil bertelur." → kesimpulan sahnya "semua kucing bertelur". Isinya jelas keliru secara fakta, tetapi penalarannya sah — dan itu yang diuji.

Pola 1: Rantai "Semua"

Ini pola paling sering muncul.

Semua A adalah B. Semua B adalah C.Semua A adalah C.

Bayangkan lingkaran: A di dalam B, B di dalam C. Maka A pasti di dalam C.

Yang perlu diperhatikan: kesimpulan hanya berlaku satu arah. Dari premis itu kamu tidak boleh menyimpulkan "semua C adalah A".

Pola 2: "Semua" Bertemu "Sebagian"

Di sinilah sebagian besar kesalahan terjadi.

Semua A adalah B. Sebagian B adalah C.Tidak dapat ditarik kesimpulan.

Alasannya: "sebagian B" itu bisa jadi bagian B yang sama sekali bukan A. Tidak ada jaminan A bersinggungan dengan C.

Bandingkan dengan urutan yang dibalik:

Sebagian A adalah B. Semua B adalah C.Sebagian A adalah C. (Ini sah.)

Aturan praktisnya: "sebagian" di premis pertama boleh diteruskan; "sebagian" di premis kedua memutus rantainya.

Pola 3: Premis dengan Individu

Semua mahasiswa membawa kartu ujian. Budi adalah mahasiswa.Budi membawa kartu ujian.

Pola ini mudah. Tapi perhatikan versi terbaliknya:

Semua mahasiswa membawa kartu ujian. Budi membawa kartu ujian.Tidak dapat disimpulkan Budi mahasiswa.

Orang lain juga bisa membawa kartu ujian tanpa menjadi mahasiswa. Ini kesalahan penalaran klasik yang hampir selalu dipasang sebagai pilihan pengecoh.

Pola 4: Pernyataan Bersyarat

Bentuknya "Jika P maka Q". Ada empat kemungkinan, dan hanya dua yang sah:

Premis keduaKesimpulanStatus
P benarQ benarSAH
Q salahP salahSAH
P salahTIDAK SAH
Q benarTIDAK SAH

Dengan contoh: "Jika hujan, maka jalanan basah."

  • Hujan → jalanan basah. Sah.
  • Jalanan tidak basah → tidak hujan. Sah.
  • Tidak hujan → ? Tidak sah — jalanan bisa basah karena disiram.
  • Jalanan basah → ? Tidak sah — sebab lain masih mungkin.

Cara mengingatnya dalam satu kalimat: maju dari depan boleh, mundur dari belakang hanya boleh kalau dibalik menjadi ingkaran.

Pola 5: Ingkaran Pernyataan

Sebagian soal meminta lawan dari sebuah pernyataan. Aturannya:

PernyataanIngkarannya
Semua A adalah BAda A yang bukan B
Sebagian A adalah BSemua A bukan B
Jika P maka QP benar dan Q salah

Kesalahan yang paling umum: mengira ingkaran dari "semua A adalah B" adalah "semua A bukan B". Padahal untuk membantah "semua", kamu cukup menunjukkan satu pengecualian.

Teknik 30 Detik

Urutan kerja yang bisa kamu jalankan tanpa berpikir panjang:

  1. Lingkari kata kuncinya — semua, sebagian, tidak, jika…maka. Kata-kata inilah yang menentukan, bukan isi kalimatnya.
  2. Cari istilah penghubung — kata yang muncul di kedua premis. Istilah ini tidak akan muncul di kesimpulan.
  3. Cocokkan dengan pola di atas.
  4. Periksa pilihan jawaban — coret yang memuat informasi di luar premis.

Langkah kedua sering langsung menyelesaikan soal. Bila premisnya "Semua A adalah B" dan "Semua B adalah C", maka B adalah penghubung — dan kesimpulan yang benar pasti hanya menyebut A dan C.

Jangan Takut Memilih "Tidak Dapat Disimpulkan"

Banyak peserta menghindari pilihan ini karena terasa seperti menyerah. Padahal pada soal silogisme SKD, pilihan itu cukup sering merupakan jawaban yang benar — terutama pada pola "semua bertemu sebagian" dan pola bersyarat yang dibalik.

Bila setelah memeriksa kata kunci dan istilah penghubung kamu tidak menemukan rantai yang sah, jangan memaksakan kesimpulan. Ketiadaan kesimpulan adalah jawaban yang sah.

Kenapa Ini Layak Didahulukan

Seluruh materi silogisme muat dalam satu halaman: lima pola, satu tabel bersyarat, satu tabel ingkaran. Bandingkan dengan soal cerita numerik yang menuntut jam terbang panjang.

Dengan ambang TIU 80 yang setara 16 jawaban benar dari 35 soal, mengamankan tiga sampai empat soal silogisme adalah langkah tercepat yang tersedia untuk menaikkan nilai TIU-mu.

TIU silogisme logika penalaran contoh soal

Artikel Terkait

SKD STIS 2026: Bukan Soal Jurusan IPA, Tapi Nilai 80 dan Tes Matematika

SKD IPDN 2026: Formasi Terbesar, Tapi Ini Tahap yang Paling Menggugurkan

SKD PKN STAN 2026: Passing Grade, Saingan, dan Strategi Lolos

← Kembali ke Blog