Sekolah Kedinasan

SKD STIS 2026: Bukan Soal Jurusan IPA, Tapi Nilai 80 dan Tes Matematika

Super Admin · · 3 menit baca

Ada anggapan yang beredar luas bahwa STIS hanya menerima lulusan jurusan IPA. Untuk seleksi 2026, anggapan itu tidak benar — STIS terbuka bagi lulusan SMA, MA, SMK, dan sederajat dari semua jurusan.

Yang menyaring bukan jurusanmu, melainkan dua hal lain yang jauh lebih spesifik. Artikel ini menjelaskan keduanya.

Penyaring Pertama: Nilai Ijazah Minimal 80

Politeknik Statistika STIS menetapkan syarat nilai akademik yang berlaku sejak tahap administrasi:

JalurNilai MatematikaNilai Bahasa Inggris
Umumminimal 80,00minimal 80,00
Afirmasiminimal 70,00minimal 70,00

Syarat ini tidak bisa diperbaiki menjelang pendaftaran. Bila nilai ijazahmu di bawah ambang itu, jalur ini tertutup sebelum SKD dimulai.

Perhatikan bahwa yang disyaratkan adalah nilai Matematika, bukan jurusan IPA. Lulusan IPS atau SMK dengan nilai Matematika 85 memenuhi syarat; lulusan IPA dengan nilai Matematika 78 tidak.

Penyaring Kedua: Tes Matematika Setelah SKD

Inilah yang benar-benar membedakan seleksi STIS dari sekolah kedinasan lain. Tahapannya:

TahapIsi
1. AdministrasiVerifikasi dokumen dan syarat nilai
2. SKDCAT BKN — TWK, TIU, TKP
3. Tes MatematikaUjian matematika tersendiri
4. Psikotes dan wawancara
5. Kesehatan dan kebugaran

Adanya tes matematika terpisah setelah SKD berarti kemampuan matematismu diuji dua kali — sekali lewat komponen numerik TIU, sekali lagi lewat tes tersendiri yang lebih dalam.

Di sinilah keunggulan sesungguhnya berada. Bukan pada label jurusan, melainkan pada penguasaan matematika yang bertahan setelah lulus SMA.

Kuota dan Skala Persaingan

STIS membuka 564 formasi pada 2026, sekitar 12% dari total 4.770 formasi sekolah kedinasan — kuota terbesar keempat setelah IPDN, PKN STAN, dan gabungan sekolah Kemenhub.

Karena syarat nilai 80 sudah menyaring lebih dulu, peserta yang tersisa umumnya kuat secara akademik. Artinya sekadar melewati ambang SKD tidak cukup — yang lolos adalah peringkat teratas sesuai kuota.

Strategi SKD untuk Pendaftar STIS

Jangan mengandalkan TIU untuk mengejar peringkat

Ini nasihat yang terdengar berlawanan. Bila kemampuan matematismu kuat, godaannya adalah memusatkan latihan di TIU karena terasa paling nyaman.

Masalahnya, hampir semua pesaingmu di STIS juga kuat di sana — syarat nilai 80 memastikannya. Keunggulan yang dimiliki semua orang bukan keunggulan.

Justru TWK dan TKP yang membedakan

Di kumpulan peserta yang seragam kuat di numerik, selisih peringkat sering ditentukan komponen yang paling sering diabaikan. TKP menyimpan 225 dari 550 poin, dan tidak ada hubungannya dengan kemampuan matematika.

Tetap kejar kecepatan di TIU

Menguasai materi TIU tidak sama dengan cepat mengerjakannya. Pastikan kamu berlatih dengan pengatur waktu, bukan hanya sampai jawabannya benar.

Jaga kemampuan matematika sampai tahap berikutnya

Karena ada tes matematika tersendiri setelah SKD, jangan berhenti berlatih matematika setelah SKD selesai. Jaraknya biasanya singkat.

Yang Perlu Kamu Periksa Sendiri

Ketentuan usia, tinggi badan, syarat kesehatan termasuk buta warna, jalur afirmasi, dan cakupan materi tes matematika hanya bisa dipastikan dari pengumuman resmi Politeknik Statistika STIS dan SSCASN.

Periksa juga apakah tahun kelulusanmu termasuk yang diterima — ini syarat yang sering terlewat dan menggugurkan di tahap administrasi.

STIS SKD sekolah kedinasan 2026 BPS matematika

Artikel Terkait

SKD IPDN 2026: Formasi Terbesar, Tapi Ini Tahap yang Paling Menggugurkan

SKD PKN STAN 2026: Passing Grade, Saingan, dan Strategi Lolos

TKP Menyumbang 225 dari 550 Poin — Kenapa Ini Komponen Paling Menentukan

← Kembali ke Blog