SKD STIS 2026: Bukan Soal Jurusan IPA, Tapi Nilai 80 dan Tes Matematika
Ada anggapan yang beredar luas bahwa STIS hanya menerima lulusan jurusan IPA. Untuk seleksi 2026, anggapan itu tidak benar — STIS terbuka bagi lulusan SMA, MA, SMK, dan sederajat dari semua jurusan.
Yang menyaring bukan jurusanmu, melainkan dua hal lain yang jauh lebih spesifik. Artikel ini menjelaskan keduanya.
Penyaring Pertama: Nilai Ijazah Minimal 80
Politeknik Statistika STIS menetapkan syarat nilai akademik yang berlaku sejak tahap administrasi:
| Jalur | Nilai Matematika | Nilai Bahasa Inggris |
|---|---|---|
| Umum | minimal 80,00 | minimal 80,00 |
| Afirmasi | minimal 70,00 | minimal 70,00 |
Syarat ini tidak bisa diperbaiki menjelang pendaftaran. Bila nilai ijazahmu di bawah ambang itu, jalur ini tertutup sebelum SKD dimulai.
Perhatikan bahwa yang disyaratkan adalah nilai Matematika, bukan jurusan IPA. Lulusan IPS atau SMK dengan nilai Matematika 85 memenuhi syarat; lulusan IPA dengan nilai Matematika 78 tidak.
Penyaring Kedua: Tes Matematika Setelah SKD
Inilah yang benar-benar membedakan seleksi STIS dari sekolah kedinasan lain. Tahapannya:
| Tahap | Isi |
|---|---|
| 1. Administrasi | Verifikasi dokumen dan syarat nilai |
| 2. SKD | CAT BKN — TWK, TIU, TKP |
| 3. Tes Matematika | Ujian matematika tersendiri |
| 4. Psikotes dan wawancara | |
| 5. Kesehatan dan kebugaran |
Adanya tes matematika terpisah setelah SKD berarti kemampuan matematismu diuji dua kali — sekali lewat komponen numerik TIU, sekali lagi lewat tes tersendiri yang lebih dalam.
Di sinilah keunggulan sesungguhnya berada. Bukan pada label jurusan, melainkan pada penguasaan matematika yang bertahan setelah lulus SMA.
Kuota dan Skala Persaingan
STIS membuka 564 formasi pada 2026, sekitar 12% dari total 4.770 formasi sekolah kedinasan — kuota terbesar keempat setelah IPDN, PKN STAN, dan gabungan sekolah Kemenhub.
Karena syarat nilai 80 sudah menyaring lebih dulu, peserta yang tersisa umumnya kuat secara akademik. Artinya sekadar melewati ambang SKD tidak cukup — yang lolos adalah peringkat teratas sesuai kuota.
Strategi SKD untuk Pendaftar STIS
Jangan mengandalkan TIU untuk mengejar peringkat
Ini nasihat yang terdengar berlawanan. Bila kemampuan matematismu kuat, godaannya adalah memusatkan latihan di TIU karena terasa paling nyaman.
Masalahnya, hampir semua pesaingmu di STIS juga kuat di sana — syarat nilai 80 memastikannya. Keunggulan yang dimiliki semua orang bukan keunggulan.
Justru TWK dan TKP yang membedakan
Di kumpulan peserta yang seragam kuat di numerik, selisih peringkat sering ditentukan komponen yang paling sering diabaikan. TKP menyimpan 225 dari 550 poin, dan tidak ada hubungannya dengan kemampuan matematika.
Tetap kejar kecepatan di TIU
Menguasai materi TIU tidak sama dengan cepat mengerjakannya. Pastikan kamu berlatih dengan pengatur waktu, bukan hanya sampai jawabannya benar.
Jaga kemampuan matematika sampai tahap berikutnya
Karena ada tes matematika tersendiri setelah SKD, jangan berhenti berlatih matematika setelah SKD selesai. Jaraknya biasanya singkat.
Yang Perlu Kamu Periksa Sendiri
Ketentuan usia, tinggi badan, syarat kesehatan termasuk buta warna, jalur afirmasi, dan cakupan materi tes matematika hanya bisa dipastikan dari pengumuman resmi Politeknik Statistika STIS dan SSCASN.
Periksa juga apakah tahun kelulusanmu termasuk yang diterima — ini syarat yang sering terlewat dan menggugurkan di tahap administrasi.