Materi TIU SKD: Verbal, Numerik, dan Figural — Apa Saja yang Diuji
TIU adalah komponen yang paling menyita waktu di SKD. Bukan karena soalnya paling banyak — TKP justru lebih banyak — melainkan karena hampir setiap soal TIU menuntut hitungan atau penalaran, bukan sekadar mengingat.
Kabar baiknya, tipe soal TIU jauh lebih terbatas daripada TWK. Begitu kamu mengenali kesembilan tipenya, sebagian besar soal berubah dari "harus dipikirkan" menjadi "sudah pernah ketemu".
Tiga Kelompok Kemampuan
Menurut PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026, TIU mengukur tiga kelompok kemampuan:
| Kelompok | Tipe soal | Sifatnya |
|---|---|---|
| Verbal | Analogi | Cepat bila polanya dikenali |
| Silogisme | Cepat bila aturannya dikuasai | |
| Analitis | Lambat — butuh tabel bantu | |
| Numerik | Berhitung | Cepat |
| Deret angka | Cepat atau sangat lambat | |
| Perbandingan kuantitatif | Cepat | |
| Soal cerita | Lambat — harus diterjemahkan dulu | |
| Figural | Analogi & serial gambar | Sedang |
| Ketidaksamaan | Cepat |
Perhatikan kolom terakhir. Perbedaan waktu antar tipe soal sangat lebar — padahal semuanya bernilai 5 poin yang sama persis. Ini fakta paling penting dalam strategi mengerjakan TIU.
Kemampuan Verbal
Analogi
Menguji apakah kamu bisa mengenali hubungan antara dua kata, lalu mencari pasangan dengan hubungan yang sama.
Contoh: DOKTER : STETOSKOP = PETANI : … Hubungannya profesi–alat kerja, sehingga jawabannya cangkul, bukan sawah (itu tempat kerja) atau padi (itu hasil kerja).
Kuncinya bukan kosakata, melainkan ketepatan merumuskan hubungannya.
Silogisme
Menarik kesimpulan dari dua pernyataan. Yang diuji adalah keabsahan penalaran, bukan kebenaran isinya.
Contoh: "Semua guru adalah pegawai. Semua pegawai menerima gaji." → Semua guru menerima gaji.
Jebakan terbesarnya: sebagian soal memang tidak punya kesimpulan yang sah, dan pilihan "tidak dapat ditarik kesimpulan" adalah jawaban yang benar.
Analitis
Tipe soal paling memakan waktu di seluruh TIU. Kamu diberi sekumpulan syarat — siapa duduk di mana, jadwal siapa di hari apa — lalu diminta menyimpulkan.
Soal ini nyaris mustahil dikerjakan di kepala. Perlu tabel atau bagan di kertas coretan. Karena itu, meski nilainya sama dengan soal lain, soal analitis paling layak dilewati lebih dulu bila waktumu menipis.
Kemampuan Numerik
Berhitung
Operasi hitung langsung: pecahan, desimal, persentase, akar, pangkat. Tidak ada kalkulator, sehingga yang menentukan adalah kecepatan hitung manual dan kemampuan menyederhanakan sebelum menghitung.
Deret Angka
Menemukan pola dalam rangkaian bilangan. Sifatnya ekstrem: bila polanya langsung terlihat, selesai dalam 15 detik; bila tidak, kamu bisa terjebak tiga menit tanpa hasil.
Karena itu deret angka butuh batas waktu pribadi yang tegas — bila dalam 60 detik polanya belum ketemu, lewati.
Perbandingan Kuantitatif
Diberi dua besaran, lalu diminta menentukan mana yang lebih besar. Sering bisa dijawab tanpa menghitung penuh — cukup membandingkan bentuknya.
Soal Cerita
Masalah kuantitatif dalam bentuk narasi: kecepatan, perbandingan umur, untung-rugi, pekerjaan bersama, campuran. Bagian tersulitnya bukan menghitung, melainkan menerjemahkan cerita menjadi persamaan.
Kemampuan Figural
Kelompok yang paling jarang dilatih, padahal paling tidak membutuhkan pengetahuan apa pun — murni pengamatan pola.
- Analogi gambar — sama seperti analogi kata, tetapi hubungannya berupa perubahan bentuk, rotasi, atau pencerminan.
- Ketidaksamaan — mencari satu gambar yang berbeda dari kelompoknya. Biasanya cepat.
- Serial gambar — menemukan gambar berikutnya dalam rangkaian.
Perubahan yang umum dipakai: rotasi searah atau berlawanan jarum jam, penambahan atau pengurangan unsur, pencerminan, dan perubahan arsiran. Mengenali daftar pendek ini saja sudah mempercepat pengerjaan secara berarti.
Angka yang Perlu Kamu Tahu
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Jumlah soal TIU | 35 |
| Nilai maksimal | 175 |
| Ambang batas | 80 |
| Jawaban benar yang dibutuhkan | 16 dari 35 |
Kamu boleh salah 19 soal dan tetap melewati ambang TIU. Itu terdengar longgar — sampai kamu sadar bahwa banyak peserta tidak sempat mengerjakan 19 soal terakhirnya.
Urutan Belajar yang Masuk Akal
Bila waktumu terbatas, dahulukan tipe soal dengan imbal hasil tertinggi per jam latihan:
- Silogisme — aturannya sedikit dan tetap. Sekali dikuasai, hampir selalu benar.
- Analogi kata — jenis hubungannya terbatas dan berulang.
- Deret angka — pola dasarnya bisa dihitung dengan jari, tetapi butuh latihan agar cepat dikenali.
- Figural — tidak butuh pengetahuan sama sekali, hanya kebiasaan mengamati.
- Berhitung & soal cerita — paling butuh jam terbang.
- Analitis — pelajari terakhir; ini kandidat pertama untuk dilewati saat ujian.
Latih Kecepatannya, Bukan Hanya Kebenarannya
Peserta yang bisa mengerjakan semua tipe soal TIU dengan benar tetapi butuh dua menit per soal akan tetap gagal, karena seluruh 110 soal harus selesai dalam 100 menit.
Karena itu, setiap kali berlatih TIU, catat bukan hanya berapa yang benar tetapi juga berapa lama. Soal yang benar dalam tiga menit tetap merupakan masalah yang harus diperbaiki.