Sekolah Kedinasan

Contoh Soal TIU SKD dengan Pembahasan: 7 Soal Numerik dan Verbal

Super Admin · · 5 menit baca

TIU adalah komponen yang paling banyak memakan waktu, dan satu soal sulit bisa menghabiskan jatah tiga soal mudah. Yang membedakan peserta bukan hanya kemampuan menghitung, tetapi kemampuan memilih cara tercepat dan memeriksa hasilnya. Berikut tujuh contoh soal dengan perhitungan lengkap. Soal disusun untuk latihan; bukan soal ujian asli dan bukan bocoran. Dua contoh lain ada di contoh soal SKD dengan pembahasan.

Aturan Waktu yang Dipakai

Alokasi yang masuk akal untuk TIU sekitar 45 menit untuk 35 soal, atau rata-rata sekitar 77 detik. Bila dalam sekitar 90 detik belum ada arah penyelesaian, tandai dan lewati; satu soal bernilai 5 poin, sama dengan soal lain yang mungkin bisa selesai dalam 30 detik. Soal figural tidak bisa disajikan dalam bentuk teks, jadi hanya ada di tryout. Kerjakan dulu, baru buka pembahasan.

Soal 1 — Deret Angka

2, 5, 4, 10, 6, 15, 8, …
A. 16
B. 18
C. 20
D. 22
E. 24

Jawaban: C (20). Deret ini campuran dua pola yang saling selang-seling. Suku ke-1, 3, 5, 7 adalah 2, 4, 6, 8 (naik 2). Suku ke-2, 4, 6 adalah 5, 10, 15 (naik 5). Suku berikutnya adalah suku ke-8 dari pola kedua, yaitu 20. Tanda deret campuran: selisih antarsuku tidak beraturan. Bila begitu, coba pisahkan suku ganjil dan genap.

Soal 2 — Perbandingan Usia

Usia Ani dan Budi sekarang berbanding 3 : 5 dan jumlahnya 32 tahun. Empat tahun lagi, usia Budi adalah … tahun.
A. 22
B. 24
C. 20
D. 26
E. 28

Jawaban: B (24). Jumlah perbandingan 3 + 5 = 8 bagian, sehingga 1 bagian = 32 ÷ 8 = 4 tahun. Usia Ani 12 dan Budi 20 tahun. Empat tahun lagi, usia Budi 20 + 4 = 24. Jebakannya ada di kata “empat tahun lagi”: banyak peserta berhenti di 20. Garis bawahi pertanyaan sebelum menghitung.

Soal 3 — Jarak dan Kecepatan

Andi berangkat pukul 07.00 dengan kecepatan 60 km/jam. Pukul 08.00, Budi berangkat dari tempat yang sama, searah, dengan kecepatan 90 km/jam. Budi menyusul Andi pada pukul …
A. 09.00
B. 09.30
C. 10.00
D. 10.30
E. 11.00

Jawaban: C (10.00). Pada pukul 08.00, Andi sudah menempuh 60 km. Budi mengejar dengan selisih kecepatan 90 − 60 = 30 km/jam, sehingga butuh 60 ÷ 30 = 2 jam untuk menyusul. Berarti pukul 10.00. Pemeriksa: Andi telah berjalan 3 jam × 60 = 180 km, Budi 2 jam × 90 = 180 km. Keduanya sama, jadi jawabannya benar.

Soal 4 — Persentase

Harga sebuah barang Rp500.000 naik 20%, kemudian diberi diskon 20%. Harga akhirnya adalah …
A. Rp500.000
B. Rp520.000
C. Rp540.000
D. Rp480.000
E. Rp600.000

Jawaban: D (Rp480.000). Setelah naik 20%, harganya 500.000 × 1,2 = 600.000. Diskon 20% dihitung dari harga baru: 600.000 × 0,8 = 480.000. Naik 20% lalu turun 20% tidak mengembalikan harga semula, karena dasar persentasenya berbeda; hasilnya turun 4% (1,2 × 0,8 = 0,96). Pengecoh A adalah kesimpulan intuitif yang keliru.

Soal 5 — Perbandingan Kuantitatif

P = 2&sup5;   dan   Q = 5²
A. P > Q
B. P < Q
C. P = Q
D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan

Jawaban: A. 2&sup5; = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 32, sedangkan 5² = 25. Jadi P > Q. Banyak peserta tergoda memilih P = Q karena angkanya sama-sama 2 dan 5 yang saling bertukar. Pada soal perbandingan, hitung nilainya; jangan menilai dari tampilannya. Jawaban D hanya benar bila nilai bergantung pada variabel yang tidak diketahui.

Soal 6 — Pekerjaan

Ani dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dalam 6 hari, sedangkan Budi dalam 12 hari. Bila keduanya bekerja bersama, pekerjaan itu selesai dalam … hari.
A. 3
B. 5
C. 6
D. 4
E. 9

Jawaban: D (4). Dalam satu hari Ani mengerjakan 1/6 pekerjaan dan Budi 1/12. Bersama: 1/6 + 1/12 = 2/12 + 1/12 = 3/12 = 1/4 per hari, sehingga selesai dalam 4 hari. Pengecoh E (9) muncul bila peserta menjumlahkan 6 dan 12 lalu membaginya. Pada soal pekerjaan, selalu ubah ke “bagian per hari”, lalu jumlahkan.

Soal 7 — Analogi

Dokter : Stetoskop = Petani : …
A. Sawah
B. Padi
C. Pupuk
D. Desa
E. Cangkul

Jawaban: E. Hubungan pada pasangan pertama: profesi dan alat kerja utamanya. Padanannya untuk petani adalah cangkul. Sawah adalah tempat kerja, padi adalah hasil, pupuk adalah bahan, dan desa adalah lokasi; keempatnya berhubungan dengan petani, tetapi bukan jenis hubungan yang sama. Langkah kuncinya: rumuskan hubungannya dalam satu kalimat sebelum melihat pilihan.

Pola yang Terlihat

  • Selalu ada pemeriksa. Pada soal 1, 3, 4, dan 6 kamu bisa memastikan jawaban dengan cara kedua. Kebiasaan ini mengurangi salah hitung yang konyol.
  • Pengecoh berasal dari kesalahan yang wajar. Berhenti di langkah pertama (soal 2), memakai dasar persentase yang salah (soal 4), atau menjumlahkan alih-alih menghitung laju (soal 6).
  • Merumuskan dulu, menghitung kemudian. Satu kalimat tentang apa yang ditanyakan mencegah sebagian besar kesalahan membaca.

Melatih Kecepatannya

Benar tidak berarti sempat. Setiap contoh di atas bisa dikerjakan di bawah dua menit setelah teknik pemeriksanya terbiasa. Latihan lanjutan ada di deret angka TIU, silogisme TIU, trik hitung cepat aritmetika, dan analogi kata TIU. Strategi waktunya ada di manajemen waktu di TIU.

Untuk menguji dalam kondisi nyata, tryout penuh di Tryoutkedinasan.com memuat 35 soal TIU dengan timer, termasuk figural, dengan skor per materi dan pembahasan tiap soal.

contoh soal TIU soal TIU pembahasan TIU SKD kedinasan

Artikel Terkait

Contoh Soal TKP SKD dengan Pembahasan dan Nilai Tiap Pilihan

Contoh Soal TWK SKD dengan Pembahasan: 7 Soal Latihan

Contoh Soal SKD Sekolah Kedinasan dengan Pembahasan: TWK, TIU, dan TKP

← Kembali ke Blog